rss

Transkripsi untuk Wawancara Telepon dengan Dubes Hagerty

English English

Kantor Juru Bicara
Departemen Luar Negeri A.S.
6 November 2017

 

 

Ibu Mary Beth Polly: Hai. Terima kasih semuanya telah bergabung bersama kami hari ini. Kami juga sangat berterima kasih kepada Duta Besar Hagerty yang telah memberikan waktu kepada kami setelah aktivitas yang sangat sibuk beberapa hari dengan Presiden Trump di Jepang.

Duta Besar Hagerty merasa senang untuk menjawab pertanyaan Anda mengenai kunjungan presiden di Jepang. Beliau bekerja – beliau disumpah sebagai duta besar ke-30 untuk Jepang pada 27 Juli 2017. Sebelum beliau ditunjuk, Duta Besar Hagerty bekerja sebagai Direktur Pencalonan Presiden untuk Tim Transisi Presidensial Trump tahun 2016 selagi beliau mengambil cuti kerja dari perusahaan investasi ekuitas swasta, Hagerty Peterson & Company, di mana beliau adalah pendiri dan direktur eksekutif dari perusahaan tersebut.

Dan dengan penjelasan tersebut, saya akan menyerahkan kepada Duta Besar Hagerty untuk memberikan pembukaan, dan kita akan berpindah ke Tanya-Jawab. Dan, sekali lagi, ini adalah pengarahan resmi. Terima kasih. Dan terima kasih, Duta Besar Hagerty, atas kesediaannya.

Duta Besar Hagerty: Mary Beth, terima kasih. Saya merasa senang berada bersama kalian semua hari ini, dan saya tidak dapat melukiskan betapa gembiranya dan optimisnya saya mengenai perjalanan presiden ke Asia dengan keberadaan beliau di sini selama tiga hari ini. Saya mengucapkan selamat tinggal kepada beliau di bandara pagi tadi, dan saya merasa sangat optimis saat beliau melanjutkan penerbangan selanjutnya ke Korea Selatan.

Tiga hari pertama dari kunjungan beliau di sini menandai awal kunjungan yang sangat panjang yang telah dilakukan presiden di Asia. Saya rasa hal ini menekankan komitmen Amerika Serikat dan bapak presiden pada wilayah ini dari sudut keamanan nasional dan, yang sangat penting, dari sudut ekonomi.

Sesungguhnya, kehadiran beliau di sini juga menekankan kebanggaan yang besar yang beliau rasakan terhadap para pemimpin besar di area ini. Beliau dan Perdana Menteri Abe telah membangun hubungan kerja yang luar biasa.

Hal tersebut ditekankan selama kunjungan ini dari sejumlah acara yang – yang mana dilakukan secara bersama-sama oleh kedua pemimpin tersebut. Mereka bermain golf bersama dengan salah satu dari pegolf terkemuka di dunia. Matsuyama. Oh ya sebagai tambahan, mereka juga menikmati cuaca yang indah Dan saya kira semua orang menikmati – menikmati hari yang indah untuk melakukan hal itu, namun juga hal ini memberikan mereka waktu yang istimewa untuk melakukan pembicaraan empat mata mengenai berbagai isu termasuk penyelesaian terhadap denuklirisasi Semenanjung Korea Utara; keputusan kami untuk memperdalam hubungan bilateral ekonomi kami; dan keputusan kami untuk menjadi lebih aktif lagi dalam menciptakan Wilayan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka.

Presiden menghabiskan waktu dengan istri beliau, Melania, bertemu dengan kaisar dan permaisuri Jepang. Kami melakukan sejumlah acara dengan masyarakat bisnis di sini di area ini, sekali lagi, dengan menekankan kepentingan kami dalam melihat lebih banyak aktivitas ekonomi di wilayah ini, lebih banyak perusahaan Amerika melakukan perdagangan di sini, mengekspor ke wilayah ini; dan juga untuk mendorong lebih banyak investasi langsung asing ke Amerika Serikat.

Presiden memiliki koneksi baik dengan para pemimpin bisnis di sini, dan saya kira hal tersebut – hal tersebut akan menekankan upaya berkelanjutan dalam – dalam sejumlah hubungan yang tengah dibangun di sini untuk memperdalam hubungan bilateral ekonomi kami dengan Jepang, namun yang terpenting membangun landasan baru untuk memperluas partisipasi ekonomi di wilayah ini.

Kemudian sore hari ini di tempat kediaman saya, kami akan menandatangani MOU yang akan membantu membangun infrastruktur Wilayah Indo-Pasifik bersama-sama dalam kemitraan dengan Jepang. Bapak presiden merasa optimis mengenai potensi tersebut, demikian juga Perdana Menteri Abe, sehubungan dengan pemperluas kami – kemitraan kami dengan negara-negara lain dalam wilayah ini dan memastikan agar perdagangan mengalir secara bebas, dan agar kami sangat terlibat di dalamnya.

Terkait dengan – kunjungan presiden dengan militer, sekali lagi, hal tersebut sangat memperdalam hubungan, memberikan dorongan. Kedua militer A.S. dan Jepang hadir dengan penyambutan luar biasa yang mereka berikan kepada Presiden Trump saat kedatangan beliau. Dan selama perbincangan dengan Perdana Menteri Abe, presiden sekali lagi menekankan kembali komitmen beliau untuk meningkatkan kapabilitas pertahanan di Jepang dan memberikan peralatan pertahanan tercanggih yang kami miliki kepada Jepang.

Dengan meningkatnya ancaman Rezim Korea Utara, tantangan keamanan yang mereka tunjukan untuk keseluruhan wilayah, saya rasa Presiden dan Perdana Menteri secara berkesinambungan menyelaraskan sudut pandang mereka terkait kebutuhan untuk menjadi mumpuni, ulet, dan siaga untuk merespons dengan jangkauan penuh kemampuan s pertahanan yang seharusnya diperlukan.

Juga, saya rasa, sangat menarik ketika Presiden dan Ibu Negara bertemu dengan keluarga dari – dari korban penculikan, orang Jepang yang diculik oleh Korea Utara. Saya menemani mereka dalam pertemuan tersebut, dan – dan – dan Perdana Menteri Abe beserta isteri beliau juga berada dalam pertemuan tersebut; sejatinya pertemuan ini sangat menyentuh dengan mendengar kisah-kisah keluarga yang anak-anaknya dan orang-orang terkasih telah hilang karena penculikan oleh Rezim Korea Utara. Seorang wanita bahkan telah kembali dari Korea Utara dengan harapan bahwa dia akan melihat keluarganya yang masih ada – ibunya masih ditahan oleh Korea Utara. Saya kira – dari sisi kemanusiaan, Presiden tersentuh dengan kisah ini, namun juga pada tingkat yang lebih luas, hal ini menekankan catatan Hak Asasi Manusia yang menakutkan dari Rezim Korea Utara.

Pertemuan itu sendiri juga dapat dimaknai untuk mengirimkan pesan bahwa Amerika Serikat tengah mengupayakan perdagangan berimbang dan akses pasar yang lebih besar dari Jepang. Kami tengah melakukan langkah-langkah khusus untuk meningkatkan kerja sama kami di bidang-bidang seperti ruang angkasa, teknologi fiber, atau perdagangan lebih besar dalam investasi [Tidak terdengar] yang lebih besar; namun, secara keseluruhan, saya – saya rasa Presiden meninggalkan tempat ini dengan perasaan sangat optimis bahwa berbagai peluang bagi Amerika dan Asia menjadi lebih baik.

Saya merasa sangat optimis bahwa beliau akan mendapatkan serangkaian pertemuan yang tepat di Korea Selatan. Beliau membangun hubungan sangat kuat dengan Presiden Xi di Tiongkok. Saya rasa beliau mengharapkan kunjungan tersebut dan menemukan berbagai peluang baru bagi kami untuk memperkuat hubungan kami dengan Tiongkok.

Beliau akan berangkat ke – konferensi di Vietnam di mana kami melihat sejumlah peluang di sana. Beliau akan singgah di Manila dalam perjalanan pulang dan – dan bertemu dengan Presiden Duterte, dan kemudian kembali ke Amerika Serikat yang akan menjadi lawatan ke luar negeri terpanjang yang pernah dilakukan oleh seorang Presiden AS. .

Ibu Mary Beth Polly: Terima kasih banyak, pak. Dan dengan itu semua, kami akan buka untuk pertanyaan-pertanyaan.

Pertanyaan: Ya, hari yang indah. Terima kasih untuk kesempatan ini, bapak dubes, dan terima kasih untuk pengarahannya. Saya punya pertanyaan untuk Anda terkait perdagangan.

Jepang dan Australia diharapkan untuk mendorong TPP 11 yang direvisi [Tidak terdengar] saat mereka – yang mereka lakukan di Vietnam untuk APEC beberapa minggu mendatang. Saya kira mereka memandang hal tersebut sebagai – dua negara yang paling [Tidak terdengar] dalam – dalam hal versi perjanjian yang legal. Saya hanya ingin mengetahui berdasarkan pada beberapa hari lalu dan dari – dari hal pemahaman Anda: Apa sikap Presiden beserta tim beliau terhadap TPP baru dan serupa tanpa melibatkan A.S.? Apakah hal itu akan mendapat sambutan ataukah hal ini menyebabkan kekhawatiran? Apakah hal tersebut, contohnya, melihat hal tersebut sebagai potensi komplikasi bagi upayanya sendiri terhadap apa pun – apa yang beliau anggap sebagai hubungan perdagangan yang lebih berimbang dengan negara seperti Jepang?

Duta Besar Hagerty: David, saya rasa saya akan menaruh hal ini dalam konteks, karena saya rasa hal ini sebuah – hal ini memerlukan sedikit klarifikasi mengenai betapa uniknya suasana di tahun 2016 di Amerika Serikat dan dalam – pada saat pemilihan umum terjadi di sana.

Perjanjian TPP adalah – secara luas dipandang oleh orang-orangyang mempunyai hakpilih sebagai sesuatu yang tidak popular di Amerika Serikat. Kedua kandidat dari Partai Demokrat dan Republik yang ditentukan selama masa pemilihan umum menyatakan tidak akan melanjutkan TPP. Tentu saja, Presiden Trump memenangkan pemilihan umum tersebut dan menjunjung janji kampanye beliau, namun janji tersebut juga dibuat dari pihak Demokrat.

Pandangan di Amerika Serikat adalah bahwa kebutuhan ini – transaksi perdagangan ini perlu diseimbangkan dan hal tersebut harus timbal balik. Dan juga perlu agar dapat dilaksanakan.   Saya rasa salah satu urgensi dari isu yang dimiliki presiden dengan perjanjian ini dalam konteks multilateral adalah kesulitan dalam penegakkannya.

Jadi, presiden menjadikannya sangat jelas bahwa kami tidak akan melanjutkan perjanjian ini sekarang atau di masa mendatang, dan sasaran kami adalah untuk berpegang pada basis bilateral, di mana kami telah menjalankannya – upaya awal telah dilakukan dengan Jepang. Dan saya sangat optimis bahwa hal ini akan memberikan hasil yang sangat baik.

Saya menghadiri dialog bilateral kedua yang kami lakukan pada bulan Oktober bulan lalu di Washington, DC antara Wakil Perdana Menteri Jepang Aso dan Wakil Presiden Pence. Di sana kami membahas beberapa masalah yang akan kami selesaikan, saya melihat potensi besar, terutama untuk mempertahankan pendekatan kami terhadap inovasi dalam industri perangkat farmasi dan medis. Jepang dan Amerika Serikat adalah pemimpinnya, dan kami – kami memastikan bahwa kami akan melakukan segala upaya untuk melanjutkan peran kepemimpinan tersebut.

Kami melihat telah terjadi “iritasi” perdagangan bilateral secara terus-menerus , entah itu dengan bidang pertanian atau permobilan atau berbagai isu lainnya, tapi kita bisa mengatasinya secara bilateral. Yang penting, kita juga melihat peluang. Seperti yang telah saya katakan, kita akan menandatangani sebuah Nota Kesepahaman hari ini di kediaman saya di Tokyo antara perusahaan investasi swasta luar negeri Amerika Serikat dan perusahaan mitra a di sini, di Jepang. Tujuannya adalah untuk menyediakan lebih banyak infrastruktur ke Kawasan Indo-Pasifik.

Dan saya pikir apa yang akan kita lakukan melalui usaha itu adalah memproyeksikan pengaruh ekonomi dan keinginan kita untuk memiliki perdagangan dan niaga yang lebih besar dengan cara yang memudahkan infrastruktur yang diperlukan untuk melakukan hal itu – atau mendukung infrastruktur yang diperlukan untuk melakukan hal itu. Jadi saya melihat lebih banyak kegiatan ekonomi yang datang dari pertemuan ini. Sehubungan dengan TPP11, kami belum mengambil posisi dalam hal itu, namun kami sangat ingin mendapatkan kesepakatan dagang yang terbaik untuk Amerika Serikat dan mitra kami di kawasan ini, sekali lagi, menurut pandangan Presiden hal itu berdasarkan pada bilateral.

Pertanyaan: Terima kasih. Bisakah dengan singkat saya menindaklanjutinya?

Duta Besar Hagerty: Tentu saja.

Pertanyaan: Terima kasih. Apakah Anda melihat kemungkinan bahwa – pendekatan bilateral Jepang-AS dan – TPP yang melibatkan 11 negara lain dapat berjalan sejajar dengan baik bersampingan satu sama lain tanpa saling mengganggu?

Duta Besar Hagerty: Kita tidak punya niat untuk ikut campur. Saya bisa dengan jelas menyatakan tentang hal itu. Saya – saya – saya tidak dalam posisi untuk memprediksi bagaimana hal itu akan berkembang karena kesepakatan ini selalu sulit diprediksi, namun pastinya tidak ada niat untuk menjadi sebuah konflik.

Ibu Mary Beth Polly: Terima kasih banyak, Duta Besar Hagerty. Kita akan beralih ke pertanyaan berikutnya.

Pertanyaan: Terima kasih, Duta Besar, atas kesempatan ini. [Tak terdengar] Saya berbasis di Tokyo. Saya adalah koresponden Jepang untuk Channel News Asia, yang – – berbasis di Singapura.

Pertanyaan saya adalah tentang ekspansi maritim Cina. Saya penasaran apakah ekspansi maritim Cina dibahas dalam pertemuan antara Presiden Trump dan Perdana Menteri Abe, dan apakah Presiden Trump akan menyampaikan masalah ini kepada Presiden Xi saat berkunjung ke Beijing minggu ini?

Duta Besar Hagerty: Presiden dan Perdana Menteri berbicara lebih dalam tentang keinginan kami untuk menciptakan Kawasan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka. Dan saya pikir Anda akan melihat pembahasan tentang hal itu lebih banyak dalam jadwal kunjungan Presiden. Dan Amerika Serikat lebih tertarik untuk menciptakan lebih banyak infrastruktur di wilayah ini; lebih banyak kemitraan bidang energi di wilayah ini; dan, sekali lagi, melihat lebih banyak aktivitas dalam bentuk perdagangan bebas dan adil di kawasan Indo-Pasifik.

Jadi, memang, saya pikir bahwa – – bahwa Presiden akan terus membicarakan hal ini saat beliau melakukan perjalanan dari Korea Selatan ke Cina. Saya yakin bahwa beliau dan Presiden Xi akan berdiskusi tentang hal itu, namun percakapan yang berlangsung di Tokyo ini berada pada tingkat yang lebih luas dalam hal Kawasan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka dibandingkan dengan tingkat kekhususan yang Anda sebutkan.

Pertanyaan: Oh begitu. Baiklah. Terima kasih banyak.

Ibu Mary Beth Polly: Sepertinya kita mengalami kesulitan teknis. Kita akan melanjutkan ke pertanyaan berikutnya dan kemudian kita akan kembali lagi.

Pertanyaan: Halo? [Tidak terdengar] dari South Morning Post dari Hong Kong. Pertanyaan saya adalah tentang apakah – Presiden Trump dan Perdana Menteri telah berdiskusi tentang kuartet tersebut. Ada beberapa pembicaraan sebelum pertemuan bahwa – Perdana Menteri Abe mungkin akan membicarakan – – kebangkitan kuartet. Dan – – dan itu telah memicu beberapa kekhawatiran di Beijing tentang apakah keempat negara yang bersatu [tidak terdengar] penggunaan istilah “Indo-Pasifik”, yang juga menjadi perhatian kita tentang mengapa [tidak terdengar] menggunakan istilah ini.

Ibu Mary Beth Polly: Bisakah kita mengklarifikasi pertanyaan Anda? Pertanyaan pertama Anda adalah – bisakah Anda – dapatkah anda mengulang kembali pertanyaan pertama Anda? Anda – suara Anda terputus-putus. Anda bertanya tentang kuartet?

Pertanyaan: Ya, tentang – quart [tidak terdengar] antara AS, Jepang, Australia dan India, Perdana Menteri Abe mengatakan bahwa dia akan memulai pembicaraan dengan Presiden Trump, seperti yang Anda ketahui, menghidupkan kembali pertemuan ini dengan empat negara dan apakah Duta Besar dapat memberikan indikasi jika topik tersebut telah disinggung.

Duta Besar Hagerty: Baiklah. Saya mengerti pertanyaannya sekarang. Saya mengalami kesulitan – -Anda – – Suara Anda sedikit terputus-putus.

Saat kita berbicara tentang Kawasan Indo-Pasifik, Perdana Menteri dan Presiden Trump telah membicarakan tentang hal itu. Kami menyebutkan sejumlah negara yang terlibat di wilayah tersebut, namun kami tidak menyebutkannya dalam konteks struktur atau kerangka kerja kuadrilateral tertentu yang akan ditentukan. Saya pikir sekarang Presiden ada di sini untuk mendengarkan, mengobrol, membicarakan konsep ini. Dan saya pikir hal itu akan semakin jelas bagi Presiden seiring dengan perjalannnya sampai ke konferensi di Vietnam. Saya mengharapkan lebih banyak penjelasan tentang hal itu di akhir perjalanan ini, dan sulit untuk dikatakan – – saat ini bagaimana struktur atau proses kenyataannya dalam hal bagaimana hal itu akan berlanjut.

Saya akan mengatakan ini: Dalam pemberhentian pertamanya di Jepang, kami – – kami telah melakukan langkah yang sangat spesifik untuk mendukung arahan tersebut dalam hal Nota Kesepahaman yang saya sebutkan yang akan ditandatangani hari ini, dan juga serangkaian kemitraan bidang energi yang ingin kami lakukan dengan Jepang untuk menyediakan akses energi yang lebih banyak – lebih banyak energi AS dan lebih banyak teknologi Jepang – lebih banyak energi teknologi Jepang ke wilayah yang lebih luas.

Pertanyaan: Terima kasih.

Ibu Mary Beth Polly: Apakah Anda memiliki pertanyaan lanjutan? Apakah Anda memiliki pertanyaan lanjutan?

Pertanyaan: Tidak, Tidak ada pertanyaan lanjutan. Terima kasih. Saya minta maaf karena suara saya terputus-putus.

Ibu Mary Beth Polly: Baiklah.

Pertanyaan: Halo, iya. Duta Besar, pertanyaan saya untuk Anda: Apa arti penting Laut Cina Selatan [terdengar tidak jelas] dan apakah mungkin membayangi [suara tidak terdengar]? Halo?

Ibu Mary Beth Polly: Hai. Untuk memastikan, pertanyaan Anda adalah tentang Laut Cina Selatan dan apakah hal itu akan membayangi masalah Korea Utara dalam perjalanan Presiden?

Pertanyaan: Ya.

Duta Besar Hagerty: Maaf. Saya mencoba untuk mengerti – dapatkah Anda mengulangi pertanyaan itu sekali lagi, Mary Beth, pemahaman Anda tentang pertanyaan itu. Pertanyaannya tidak jelas.

Ibu Mary Beth Polly: Tentu. Jika saya tidak salah mendengar, dia bertanya apakah masalah seputar Laut Cina Selatan akan membayangi upaya Presiden dalam hal Korea Utara; Benarkah begitu?

Pertanyaan: Maksud saya, – Laut Cina Selatan [terdengar tidak jelas] Kunjungan Donald Trump ke Asia dan apakah – – akan membayangi [Suara tidak jelas]

Duta Besar Hagerty: Apakah itu sebaliknya, Mary Beth, atau apa Anda –

Ibu Mary Beth Polly: Ya, sebaliknya.

Duta Besar Hagerty: Baiklah. Maaf, suaranya sulit didengar – sepertinya saya mengerti pertanyaannya sekarang.

Jadi jawabannya adalah pembahasan seputar Semenanjung Korea Utara telah menjadi pokok pembicaraan antara Perdana Menteri dan – – dan Presiden Trump. Mereka berdua sangat prihatin dengan meningkatnya ancaman dan tindakan Rezim Korea Utara, dan mereka berdua sangat bertekad untuk memberikan tekanan ekonomi dan politik yang maksimum pada rezim tersebut untuk mencapai denu-denuklirisasi semenanjung tersebut. Sehingga itu telah menjadi – -prioritas utama.

Laut Cina Selatan selalu menjadi area yang menarik perhatian kita. Kami tertarik pada aksesnya yang bebas dan terbuka ke udara, laut dan – – dan transit. Kami ingin melihat perdagangan beroperasi dengan bebas di sana. Dan kami ingin mempertahankan kehadiran kami sesuai dengan hukum internasional dalam segala hal, namun saya harus mengatakan bahwa – berita utama telah didominasi oleh situasi di Korea Utara, namun perhatian kami terhadap Laut Cina Selatan, perhatian Jepang terhadap Laut Cina Selatan, tetap kuat dan relevan.

Pertanyaan: Ya. Terimakasih untuk waktu yang Anda berikan, pak.

Ibu Mary Beth Polly: Terima kasih Sepertinya kita punya waktu untuk satu pertanyaan lagi. Sepertinya kita telah menjawab semua pertanyaan untuk Duta Besar Hagerty – ups, satu lagi. Halo?

Pertanyaan: Halo, [Tak terdengar] Saya punya satu pertanyaan untuk duta besar. Kemarin Presiden Trump mendorong Jepang untuk membeli peralatan militer buatan Amerika Serikat untuk pertahanan antiroket. Apakah Jepang menyatakan niatnya untuk membeli peralatan militer tertentu dari AS untuk menembak jatuh rudal dari Korea Utara – dari Korea Utara, atau apakah itu indikasi bahwa AS dapat mengerahkan pertahanan [yang tidak terdengar] ke Jepang? Terima kasih.

Ibu Mary Beth Polly: Spesifik –

Duta Besar Hagerty: Silahkan, Mary Beth.

Ibu Mary Beth Polly: Saya hanya ingin memastikan. Jadi, pertanyaan Anda adalah apakah Jepang telah menyatakan pembelian spesifik atau apakah mereka telah membicarakan pengerahannya ke Jepang; benarkah begitu?

Pertanyaan: Ya, tentang apakah Jepang memiliki niat untuk membeli – niat khusus untuk membeli peralatan antiroket Amerika, dan juga apakah mereka berbicara tentang pengerahan [tidak jelas] wilayah ke Jepang – ke Jepang?

Duta Besar Hagerty: Baiklah. Saya – – saya mengerti pertanyaannya, dan jawabannya sebenarnya cukup sederhana. Presiden mengartikulasikan bahwa kami sangat mendukung peningkatan pengeluaran pertahanan pemerintah Jepang untuk meningkatkan kemampuan mereka dan, yang penting, untuk menggantikan kemampuan sistem AS. Kami ingin menyediakan teknologi paling canggih yang kami miliki untuk meningkatkan – [Suara tidak jelas] di wilayah ini.

Kami tidak- – kami tidak membahas platform tertentu, namun kami membahas kebutuhan untuk mengoptimalkan sistem kami dan untuk melihat – – sistem secara keseluruhan untuk memastikan bahwa pengeluaran anggaran Jepang dilakukan dengan cara yang bekerja – – dengan basis yang dapat dioperasikan dengan Amerika Serikat.

Pertanyaan: Baiklah. Terima kasih.

Duta Besar Hagerty: Terima kasih kembali.

Ibu Mary Beth Polly: Baiklah. Baiklah, saya ingin mengambil sedikit waktu untuk mengucapkan terima kasih banyak kepada Duta Besar Hagerty untuk meluangkan waktunya untuk berbicara dengan kami – dengan kami mengingat jadwalnya yang sangat ketat beberapa hari terakhir ini, dan sepertinya beliau masih punya beberapa hal lagi dalam Agendanya sebelum beliau bisa beristirahat. Terima kasih-semua untuk partisipasinya dalam pertemuan lewat telpon ini. Kami berharap ada pembacaan lain yang tersedia untuk Anda seiring dengan kelanjutan perjalanan Presiden Trump. Terima kasih banyak, Duta Besar Hagerty. Kami sangat menghargai Anda telah meluangkan waktu untuk kami hari ini.

Duta Besar Hagerty: Mary Beth, saya sangat optimis dengan potensi perjalanan ini dan potensi untuk memperkuat hubungan di seluruh wilayah. Presiden meninggalkan Jepang pagi ini merasa sangat baik tentang bisnis yang telah siap, dan kita akan melihat serangkaian hubungan ekonomi dan ikatan politik yang hebat diperkuat selama – – selama dalam perjalanan kunjungan ini.

Ibu Mary Beth Polly: Terima kasih, pak, dan terima kasih semuanya -karena telah bergabung dengan kami hari ini.


Terjemahan ini disediakan sebagai sarana bantuan dan hanya sumber asli bahasa Inggris yang dapat dipercaya
Pembaruan Email
Untuk mendaftar untuk mendapatkan informasi pembaruan atau untuk mengakses pilihan pelangganan Anda, masukkan informasi Anda di bawah ini.